Puisi | Pemuda Dalam Fatamorgana

By: Syaifull Rully
19 Februari 2019
131

Kita, Adalah sisa sisa ketidaktahuan,yang dilahirkan oleh kaum ketidakpastian.

Oleh : Syaifulrully

 

Kudengar celoteh anak kecil belasan tahun
Menggenggam sebuah kotak pipih
Bercakap satu dengan yang lainnya
Merenda cengkerama dalam tawa

Bingar dunia makin menderu
Memeluk renta nya ibu pertiwi
Meredam cita menangguhkan asa
Menandai sang surya terbangun dari peraduannya

Kita,
Sudah belasan tahun menapakkan kaki di tanah ini.
Terlewat hari-hari meneguk air dari negeri ini.

Kita, 
Adalah sisa sisa ketidaktahuan,
Yang dilahirkan oleh kaum ketidakpastian.
Dididik dengan tatanan kepatuhan.
Terkurung oleh tembok-tembok keangkuhan.

Kita,
Tumbuh menjadi generasi yang berjalan menunduk.
Berkembang menjadi pasukan yang takut.
Takut tak disebut anak baik jika tak menurut.
Takut berlari tanpa instruksi.
Takut tertawa karena lirikan sang penguasa.

Kita,
Terjerumus pada ladang gersang penuh tanya.
Terjebak pada era yang penuh dengan tali pengikat.
Terjerembab dari kursi tempat kita duduk.
Terperosok pada lubang khayalan.

Kita,
Tertipu mentah-mentah oleh generasi sebelumnya
Terbodohi doktrin-doktrin yang membuat kaku
Dipaksa membunyikan satu suara
Tak boleh memberikan nada sesuka hati

Kita,
Kumpulan pemuda dalam fatamorgana
Pemikul sumpah sejati berisi tiga kata.
Nusa, bangsa, dan bahasa tinggal kata


Syaifull Rully

Head of Multimedia | Guru Bahasa Inggris, Seni Budaya, Dasar Desain Grafis, dan Sistem Komputer. Pembina Paduan Suara, Admin Web dan Media Publikasi SMK Tamtama Karanganyar.

Komentar
64x64

Reni

13 Februari 2019
Keren sekali..
Tinggalkan Komentar

Create Account



Log In Your Account