Cinta yang Hilang

By: Raras
07 Mei 2019
571

Sebuah kisah kiriman dari seorang siswa

     Sebutlah namaku melati, aku merupakan siswi di suatu SMK di kabupaten kebumen. Dan umurku saat ini 16 tahun. Saya merupakan siswi kelas 11. Cerita ini di mulai dari sebuah persahabatan  antara ku dan dia. Yang tak kusangka ternyata aku menukainya. Kami merupakan sahabat yang dekat tapi semenjak dia mengetahui tentang perasaan ku padanya dia mulai menghindar dariku.

     Aku tak mengerti kenapa jadi seperti ini..... aku sangat terpukul karena dia memusuhiku tanpa alasan, saat ku tanya dia tak menjawab dengan alasan yang masuk akal. Aku sedih dan memutuskan untuk melupakanya, dan membuka lembaran baru.

     Aku merasa bersalah karena telah menyukainya. Dan aku berdoa pada sang maha pencipta agar dirinya bahagia dengan wanita pilihanya. Dan aku lebih memilih menghindar daripada harus meneruskan cita dengan DIA

     Hal ini juga pernah ada di jaman rasul, begini ceritanya:

     Pada masa Rasul hidup pun beliau memaklumi adanya rasa cinta antara sesama sahabat, tentunya antara laki-laki dan perempuan. Bahkan sesekali beliau ikut menjadi mediator pasangan yang ingin menikah atau bagi laki-laki yang ingin mengutarakan niat nikah kepada pasangannya.

     Dalam hadis riwayat al-Bukhari dikisahkan, dulu ada budak bernama Barirah dan Mughits. Keduanya adalah pasangan suami istri. Tetapi Barirah memilih berpisah dengan Mughits ketika dia dimerdekakan oleh ‘Aisyah. Dalam hukum Islam, ketika budak merdeka, dia diberi hak pilih untuk tetap bersama suaminya yang masih budak atau pisah. Saat itu, Barirah lebih memilih berpisah dengan suaminya.

     Mughits tidak terima dengan putusan Barirah. Dia selalu mengikuti Barirah ke manapun dia pergi, sambal berharap balas kasihnya. Mughits pun meminta Barirah sambal menangis hingga air matanya membasahi jenggotnya.

     Melihat perjuangan Mughits itu, Rasulullah berkata kepada pamannya, Abbas, “Wahai Abbas, tidakkah engkau heran betapa besar cinta Mughits kepada Barirah, namun betapa besar pula kebencian Barirah kepada Mughits”.

     Karena kasihan dengan Mughits, Rasul membujuk Barirah untuk menerima Mughits sebagai suaminya. Rasul berkata, “Bagaimana kalau kamu balikan dengan Mughits”

     “Wahai Rasul, apakah engkau memerintahkanku” Jawab Barirah.

     “Tidak aku hanya menjadi perantara” Balas Rasul.

     “Aku tidak lagi membutuhkannya” Tegas Barirah.

     Tampaknya hati Barirah sudah tertutup untuk Mughits. Dia lebih memilih berpisah, ketimbang hidup bersama. Rasul pun tidak punya kuasa untuk memaksa. Karena ini persoalan hati.

Inilah kisah percintaanku.

 


Raras

Pimpinan Redaksi | Ketua OSIS Periode 2018-2019, Siswa AKL3 2017, Anggota Inti Tim Bolavoli smktamtamaka, Mentor of Tamka English Club.

Komentar
Tinggalkan Komentar

Create Account



Log In Your Account